"Comme la vie est trop courte pour ne pas être écrite"



lundi 15 octobre 2012

1010



Untuk ade..... Selamat ulang tahun sayang...... T'aime.....pour toujours.....

Cez Yn

dimanche 15 avril 2012

Remerciements

Akhirnya, tesis ku sudah selesai. Di sini aku ingin berterima kasih untuk semua orang yang sudah membantu selama pembuatan tesis, dan juga untuk orang-orang yang telah membuat hidup ku di Swiss menjadi lebih mudah, berwarna dan menarik.

Enfin, mon mémoire a été fini. Je voudrais donc ici remercier tout le monde qui m'avait aidé durant la rédaction de ce mémoire, et aussi ceux qui rendent ma vie en Suisse plus facile, colorée et intéressante.

Finally, my thesis has finished. So in here, I would like to thank everyone who has helped me during the writing of my thesis, and also those who make my life in Switzerland easier, colored and interesting


Merci Dieu, pour tout...

Je tiens à remercier ma directrice de mémoire, Madame Thérèse Jeanneret, pour son temps, ses encouragement, ses conseils et pour l'aide précieuse et patiente qu'elle m'a apportés durant mon travail.

Terima kasih untuk ayah bunda ku untuk kasih sayang, doa dan kepercayaan...

Terima kasih kakak2 dan adikku.....minak, kaatu, batin, aden dan ade.....untuk tawa dan air mata.. Untuk keponakan-keponakan ku tercinta dan kakak-kakak ipar ku yang baik hati, terima kasih...

Terima kasih untuk mes galz.........Anast, Boiq, Dian, Dégul, Dewee dan Karien, pour vos encouragements et prières...

Merci mba Efa et Riri, untuk doa dan kata-kata penyemangatnya....

Terima kasih untuk Eva, untuk 'saat curhat' dan hiburannya....

Untuk Phiphile, maacih ya Jelek, untuk semuanya...

Pour mes collocs, Daniela et Evelyn, merci pour avoir écouté tout ce que j'ai à dire et tout ce temps génial dans notre appartement. For my housmates, Daniela and Evelyn, thank you for listening everything I have to say and for those beautiful moments in our appartment.

Merci à Emna (Emna Meniiiiifff!!!) pout tout ce temps que t'as passé et l'effort que t'as fait pour corriger mon travail. Merci beaucoup!!!

Pour Lydia, merci pour l'inspiration que tu m'a donné, sans que tu t'en rendes compte, et pour m'avoir présenté ta famille...
Merci à Chloé, Géraldine et Brigitte pour les joies!!

Merci pour :
mes amies de master : Supriya, Kasia, Yvonne, Delia, Giovanna et Fabiana
mes amis à l'uni et Marcolet : Justine, Thais, Binayak (specially for the meals!!), Florentine, Khadim et Ivan
mes amis à la bibliothèque, merci pour les déjeunés et discussions : Bintou, Alain, Lorraine et Rico
mes amis indonésiens : Damar et Tri et les dames indonésiennes super gentilles

et pour tous ceux qui m'ont soutenu et aidé depuis mon arrivée en Suisse

and for those who helped and supported me since my arrival in Switzerland

dan untuk semua yang sudah memberikan dukungan dan bantuan sejak kedatangan ku di Swiss


Enfin, je dédie ce travail à ma mère et mon frère : « Karya ini untuk bunda tercinta dan ade tersayang, dengan sepenuh hati. »


Yn_avril2012

mercredi 11 janvier 2012

Journal : le 11 jan 12

Duduk di sudut perpustakaan. Ya, di sudut, di sebuah tempat duduk tanpa meja. Pikiran positif : "Masih untung dapet tempat!". Pikiran negatif : "Yeeeee.......ini mah gimana mau kerja!". Pikiran progressif : "Lain kali bener-bener harus dateng lebih pagi biar dapet tempat."

Tahun sudah berganti lagi. Ya, lagi.. Tahun yang baru terasa berjalan lebih lambat. Mungkin efek menikmati dan memanfaatkan tiap detik. Berjalan lebih lambat memang, tapi pasti ada waktu di mana aku melihat kalender dan terkejut bagaimana bisa hari berjalan begitu cepat. Sisi tidak puas manusia.

Kembali ke Lausanne berarti kembali bekerja, juga berarti meninggalkan Hamburg dan keponakan-keponakan ku yang lucu. Ooohhhh.......betapa ku merindukan mereka semua, keponakan-keponakan ku, semuanya... Salam peluk cium dari Mama...

Ya, kembali bekerja. Sudah 'diisi ulang', energi, semangat dan antusiasme, dengan liburan, yang tetap saja ku rasa masih kurang lama. Memang tidak pernah puas, manusia. Efek yang sangat cemerlang di hari-hari pertama sekembalinya dari liburan mulai redup di hari-hari berikutnya, tapi kemudian kembali stabil di hari-hari setelahnya. Aku bisa merasakan peningkatan kesadaran, kemampuan analisa dan kemamampuan investigasi mendalam. Aku juga bisa merasakan sakit leher, sakit punggung, kedinginan, dan perut yang tak kenyang-kenyang walaupun selalu diisi. Tapi tentunya juga rasa senang, bahagia, puas, dan juga rasa khawatir, sedih dan kelelahan dari waktu ke waktu.

Hal baru yang menarik, berada di dalam jangkauan orang-orang. Bukan fisik, tapi elektronik. Terasa kewalahan (tidak bisa menemukan kata lain yang lebih tepat), tapi ku rasa ini masalah kebiasaan. Mencoba menyeimbangkan antara membiasakan diri dan menjaga agar tidak tergantung, meski dalam hal kecil. Sejauh ini, cukup bangga dan menikmati.


Yn_110112

vendredi 11 novembre 2011

Songs!! ^-^

Made this few minutes ago. Not well prepared/made videos, but very fun ones. I enjoy very much making it, spontaneously with imperfections (I always wanted to make nearly perfect videos! :P)

The first video is Im Yours by Jason Mraz. It's dedicated to my familly, especially for Heiko-Rahmatsyah, to whom I always sing it since he was still few days old ^-^

The second one is my own song called We Know. It is for Phiphile and also for my self.. ^-^

The third one is Count on me by Bruno Mars and it is for my galz (sorry for the incorrect lyrics and chord ^-*)



mercredi 9 novembre 2011

Journal : le 09 nov 11

Hari ini di dalam metro, aku lihat seseorang dengan rambut ikal yang sangat indah. Aku selalu mengagumi model rambut seperti itu. Sepanjang perjalanan aku terus menatapi rambut itu. Tipe ikal yang terpisah-pisah, tidak terlalu rapih dan dibiarkan natural. Indah sekali.

Hari ini duduk di tempat biasa di perpustakaan, di sebuah tempat duduk di deretan tempat duduk di lantai atas di dekat sektor Français dan Linguistique. Bukan di sebuah kabin, tempat favorit ku, karena kabin-kabin sudah penuh ketika aku datang. Seperti layaknya di kabin yang ku suka, tempat ini menghadap ladang kosong yang dihiasi pohon-pohon yang sudah mulai berubah warna. Aku suka sekali melihat pohon-pohon yang berlomba memercantik diri di musim gugur. Di depan ku saat ini, deretan pohon yang membatasi ladang itu memiliki daun berwarna hijau dengan gradasi yang berbeda-beda, kuning, oranye, coklat, dan beberapa pohon sudah gundul mendahului pohon yang lainnya.

Biasanya tidak ada perubahan besar dalam pemandangan itu selain beberapa burung yang bermain-main, atau sekelompok burung yang sedang menuju suatu tempat bersama-sama. Kadang aku juga bisa melihat beberapa orang yang sedang berjoging di sisi lain deretan pohon. Hari ini ada dua ekor anjing yang sedang bermain-main ditemani pemiliknya. Yang satu lebih besar, sedang asik menggali tanah, mencari sesuatu sepertinya. Yang lain lebih kecil, sibuk berlarian, mungkin kegirangan, atau mungkin mencari tempat lain untuk digali.

Ketika baru datang aku duduk di tengah deretan bangku lalu kemudian pindah ke ujung deretan. Aku lupa kapan aku pernah duduk di tempat yang sama, sepertinya pernah, tapi baru menyadari tempat ini lebih nyaman dibanding tempat yang di tengah, karena tempatnya di ujung, jadi lebih luas, dengan tipe kursi yang lebih nyaman dari beberapa kursi yang lain. Selain itu, pemandangan ke ladang juga lebih luas jadi deretan pohon yang bisa ku lihat lebih panjang.

Segerombolan domba, seekor anjing dan seorang laki-laki memasuki ladang di depan ku. Aku pun gembira dengan mulut setengah ternganga. Aku belum pernah melihat penggembala domba secara langsung. Penggembala ini berpakaian seperti semua orang yang bisa kau temui di jalan, jauh dari bayangan ku tentang seorang penggembala. Ia memberikan instruksi ke anjing penggembalanya dan juga ke domba-domba itu. Ada kurang lebih 30 domba yang bergerombol dipimpin, atau mungkin tepatnya ‘diancam’, si anjing. Aku belum pernah lihat aksi anjing penggembala sebelumnya, tapi anjing itu sepertinya tahu apa yang dia lakukan.

Hari ini tempat pensil ku tertinggal di rumah. Tempat pensil kecil berisi pensil mekanik, stabilo , post-it dan pulpen-pulpen berukuran tidak terlalu besar berwarna-warni yang selalu aku pakai untuk menulis buku besar catatan ku. Rasanya tidak enak tidak ada satu benda pun untuk menulis, rasanya hampir seperti ‘tidak berbusana’.

dimanche 9 octobre 2011

dimanche 2 octobre 2011

Musicircus

Jam 4 sore tepat dan dimulai lah suara itu, Gong . . . . . . di ujung sebuah terowongan yang menghubungkan dua Platz. Mengikuti bunyi Gong, terdengar lantunan akordeon tidak jauh dari situ dan beberapa alat musik lain yang dimainkan oleh orang yang berbeda-beda. Di dekat mereka aku melihat dua anak muda membawa instrumen mereka berlari, bergegas mencari tempat strategis. Aku pun berjalan menyusuri terowongan yang agak tersendat karena penuhnya manusia yang ingin ikut serta ataupun yang ingin menyaksikan keramaian ini.

Di dekat ujung lain terowongan sebuah piano terpasang, seorang wanita tengah bernyanyi sebuah karya klasik. Di samping piano berdiri guru sang pianis dan sang penyanyi. Kedua pemusik dan sang guru sesekali tersenyum geli karena gemuruh suara-suara di sekitar. Benar-benar tempat 'strategis' untuk bernyanyi klasik. Tidak mengindahkan 'gangguan' di sekitarnya, sang penyanyi berhasil menyelesaikan sebuah karya dengan indahnya, paling tidak untuk telinga ku yang bukan ahli musik klasik.

Tepat di samping mereka, seorang lelaki dan seorang wanita  memainkan rekorder dan alat musik tiup lain yang ku tidak tahu namanya. Di satu sisi, sepasang peniup ini tampak menikmati 'terganggunya' kelompok musik klasik, di sisi lain mereka terlihat setengah khawatir setengah tak peduli apakah musik mereka didengar atau tidak.
Pasukan pemain musik, yang sepertinya sering disebut marching band, memasuki terowongan, mengalahkan semua bunyi dan memaksa kerumunan untuk memberi mereka tempat agar dapat menjalankan tugas 'berjalan sambil main musik' mereka. Kerumunan pun 'panik' dan bersemangat memberikan jalan, bergerak dan berdesakan di tengah terowongan yang tidak terlalu besar. Bunyi-bunyi pun makin campur aduk.

Aku meneruskan berjalan ke arah luar terowongan dan melihat pertunjukkan-pertunjukkan lain. Di luar terowongan terdapat sebuah Platz yang sangat strategis untuk tempat pertunjukkan. Di sisi kiri, seorang pemain gitar mengiringi seorang penyanyi yang berusaha agar suaranya cukup terdengar, sambil menikmati lantunan gitar dan lagu yang dia bawakan. Di sisi kanan, sekelompok paduan suara menyanyikan sebuah karya dalam bahasa yang aku tidak mengerti, mungkin Latin atau Jerman. Sepertinya kelompok yang sama dengan yang ku lihat kemarin, tapi lebih sedikit anggotanya. Seperti layaknya pemain musik klasik tadi, pasti tidak nyaman bernyanyi dalam paduan suara dengan semua suara di sekitar mereka. Tapi sepertinya memang itu tujuan acara ini, bermusik, itu saja.

Di sisi agak jauh, di tengah-tengah Platz, terdapat sebuah panggung yang tidak terlalu besar dan sebuah kelompok perkusi Afrika tengah tampil memainkan musik mereka, bernyanyi dan bergoyang. Aku tidak tahu dan tidak bisa menebak dari Afrika bagian mana mereka berasal. Tak lama aku pun meneruskan berjalan, melihat pertunjukan lain.

Aku mendengar bunyi gitar elektrik. Aku mencoba mencari asal bunyi tapi tidak melihat siapapun di Platz ataupun di jalanan lain yang terhubung dengannya yang bermain gitar elektrik. Aku lihat sebuah kerumunan yang menengadah ke atas. Dari jendela sebuah apartemen, seorang lelaki bermain gitar, pengeras suara di sampingnya. Di jendela lain di sebelahnya, seorang wanita menari, atau lebih tepat disebut 'bergerak-gerak' mengikuti iringan musik.

Setelah beberapa lama menikmati pertunjukkan sang pemain gitar dan sang wanita, aku memutuskan membeli cemilan hangat, mencari tempat duduk di teras agar bisa menulis sambil menikmati acara ini. Dari tempat duduk, aku bisa melihat sekelompok orang lewat dengan membunyikan alat musik apapun yang bisa mereka pikirkan ; dari terompet, rekorder, lonceng, sampai terompet yang terbuat dari kertas yang biasa dimainkan anak kecil.

Aku menikmati keriuhan dan kegaduhan campur aduk bunyi yang dimainkan. Terdengar seperti 'gado-gado' bunyi memang, tapi simfoni tak teratur ini sungguh indah. Mungkin juga efek kegembiraan di setiap pembunyi suara-suara itu, dan orang-orang yang menonton di sekitarnya yang menjadikannya spesial.

Suara meriam di kejauhan yang diikuti suara lonceng menandakan berakhirnya Musicircus dan dimulainya acara lain di sudut lain kota. (240711)